Penyebab terjadinya penyakit demensia
Kesehatan

Sudah tahu belum? Penyebab terjadinya penyakit demensia?

Secara umum dapat dikatakan bahwa adanya kerusakan sel-sel otak (neuron) yang bisa terjadi di beberapa bagian otak merupakan salah satu penyebab penyakit demensia itu sendiri. Selain itu, kondisi ini juga bisa diawali karena muncul gangguan pada bagian tubuh lain yang kemudian memengaruhi fungsi neuron tersebut. Neuron atau sel-sel otak akan melemah lalu kehilangan fungsinya secara bertahap, sampai akhirnya dikatakan mati. Kondisi tersebut yang biasa kita sebut dengan sinapsis, memengaruhi koneksi antar neuron. Kemungkinan yang dirasakan oleh sipenderita ketika hal itu terjadi adalah, pesan yang seharusnya dihantarkan oleh otak menjadi terputus sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai masalah. Menjadikan salah satu penghambat sel-sel otak untuk menjalankan fungsinya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Bahkan, turut memengaruhi perilaku dan perasaan orang yang mengalaminya. Demensia dapat memengaruhi seseorang dengan cara yang berbeda, tergantung dari area otak yang bermasalah. Penurunan fungsi otak ini juga dapat disebabkan oleh obat-obatan atau alkohol serta tumor atau infeksi yang terdapat pada otak itu sendiri. jika gejalanya yang terdapat pada penyakit tersebut terdeteksi sejak dini, maka hal itu masih dapat diobati. Berikut beberapa penyebab penyakit demensia yang harus kita ketahui, diantaranya meliputi:

  • Terapar zat kimia yang menyebabkan keracunan, seperti timah, logam berat, dan pestisida.
  • Gangguan pada struktur otak, seperti hidrosefalus dan hematoma subdural.
  • Anoxia, atau juga disebut sebagai hipoksia, yang terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Anoxia bisa berkembang karena asma yang parah, serangan jantung, keracunan karbon monoksida, dan lainnya.
  • Kurang gizi. Misalnya karena kekurangan cairan (dehidrasi), vitamin, dan mineral lainnya yang diperlukan tubuh.
  • Gangguan pada sistem metabolisme. Misalnya hipotiroidisme, kekurangan vitamin B-12, kalium, natrium, kadar gula darah rendah (hipoglikemia), serta masalah ginjal dan hati.[1]

“dilansir dari laman Alodokter” pikun yang biasa sering kali terjadi pada orang tua sebagian dari mereka hampir sama menganggapnya dengan penyakit demensia, nyatanya keduanya berbeda. Mungkin karena sama-sama berkaitan dengan penurunan daya ingat hingga keduanya bisa dikatakan sama. Namun jika penurunan daya ingat terus memburuk bahkan menyulitkan penderita untuk melakukan aktivitas sehari-hari, segera lakukan pemeriksaan demensia. Berikut beberapa gejalanya yang perlu kita curigai sehingga mejadi penyebab penyakit demensia terjadi, diantaranya adalah:

  • Sulit mengingat waktu dan tempat.
  • Suasana hati tidak menentu.
  • Sering kehilangan benda akibat lupa tempat meletakkannya.
  • Mudah lupa. Apalagi ketika meletakkan suatu barang, tidak sampai berapa lama sudah lupa meletakkannya dimana. Hal ini perlu segera diatasi karena dapat membahayakan pada barang berharga milik sipenderita jika terus menerus lua meletakkannya dimana.
  • Apatis atau tidak perduli terhadap lingkungan sekitar.
  • Sering mengulang aktivitas yang sama tanpa disadari.
  • Sulit melakukan aktivitas yang biasa dilakukan sehari-hari.
  • Sulit mempelajari hal baru.
  • Sulit konsentrasi. Gagal fokus dalam mengerjakan apa saja, sehingga mudah putus asa atau menyerah dalam memperjuangkan sesuatu atau ingin mencapai target.
  • Sulit menemukan kata yang tepat saat berbicara. Dalam artian, kalimat yang diungkapkan terkadang sangat jarang untuk bisa dimengerti oleh silawan bicara. Sehingga, hal yang terjadi kepada sipenderita adalah kebingungan dalam menjelaskan atau mengungkapkan sesuatu untuk dapat dimengerti oleh silawan bicara.

Diabetes juga kolestrol dan hipertensi termasuk salah satu penyakit yang dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit tersebut. apabila hal itu terjadi, disarankan untuk melakukan konsultasi langsung pada dokter agar mendapatkan penanganan langsung dengan tepat.

Sumber: Honestdocs.com

[1] Sumber referensi Hellosehat.com